Welcome..

The happiest people do not always have the best stuff. They just make the best of everything that comes along the way

Minggu, 28 November 2010

MeNuNd@

Hampir semua manusia di dunia ini pernah menunda apapun karena suatu sebab. Menunda bukan sebuah kesalahan kalau hal tersebut dilakukan karena alasan tertentu (ada hal lain yang lebih penting dan harus segera diselesaikan). Akan tetapi, menunda dalam situasi lain; sangatlah merugikan, bahkan mampu menarik mundur pelakunya ke dalam situasi yang kadang-kadang sangat tragis.
Menunda suatu pekerjaan karena lalai, malas dan berfikir : nanti lagi aja, nanti juga pasti bisa, nanti ah klo lagi mood, nanti deh kalo ada si itu, si anu, si dia, nanti..nanti… dan nanti…


Sahabat…
Padahal …
Siapa yang menjamin kalo nanti kita masih hidup ??  siapa?  Tak ada.. coba deh berfikir seandainya sekarang adalah tahun, bulan, minggu, hari, jam, menit bahkan detik terakhir dari kehidupan kita, pasti kita akan berusaha untuk mempersiapkan dengan baik kan? Kematian itu adalah suatu misteri dan tak ada yang tau, oleh karena itu kita harus selalu siap setiap saat.. melakukan sungguh-sungguh suatu amalan, pekerjaan, aktivitas atau apa pun yang bernilai ibadah.
Siapa yang menjamin kalo nanti kita masih sehat ??  jarang yang mensyukuri kesehatan karena nikmat sehat akan terasa manakala kita mengalami sakit. Tapi jangan sampai sahabat.. jangan sampai kita tersadar akan suatu nikmat sehat setelah sakit.. bersyukurlah setiap waktu atas segala kesehatan yag kita peroleh misalnya dengan aktivitas yang ikhlas..
Siapa yang menjamin kalo nanti kita sempat ?? mungkin sering diantara kita yang menerima pekerjaan, tugas, amanah secara mendadak dan harus segera diselesaikan dengan waktu yang singkat. Oleh karena itulah.. selagi masih memiliki waktu luang, kerjakanlah apa-apa yang bisa kau kerjakan saat ini dan jangan menunda sampai esok karena esok belum tentu kita sempat..
Menunda pekerjaan tanpa sebab jelas dan dilakukan secara terus menerus akan menjadikan pelakunya mengalami krisis kepercayaan, mengalami krisis mental, bahkan yang lebih parah adalah, akan membawa pelakunya ke dalam kegagalan hakiki. Gagal bukan karena tidak mampu, tetapi gagal karena malas. Iya, kebiasaan menunda pekerjaan (apapun pekerjaan itu) adalah bukti nyata dari kemalasan. Kegagalan jenis ini sangat memprihatinkan. Kemampuan yang dimiliki tidak digunakan sebagaimana mestinya. Kemampuan yang dimiliki telah disalahgunakan, dan semua itu memerlukan pertanggung jawaban; baik pertanggung jawaban pribadi, maupun pertanggung jawaban secara ilahiah.
Menunda pekerjaan sangat tidak selaras dengan semangat kemanusiaan yang diciptakan dalam kondisi unik dan sempurna. Menunda pekerjaan sangat bertentangan dengan nilai-nilai agama di dunia. Menunda pekerjaan, berarti menggali kuburan kita sendiri.
Lakukanlah, sebisanya. Yang penting adalah, tidak ada sedetikpun waktu yang berlalu dengan percuma.

-----------------*-----------------    -------------------*----------------    ---------------*----------------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar